Subhanallah Jakarta Hari Ini Mirip Idul Fitri, Masjid dan Musholla Lantunkan Doa Kemenangan Pemimpin Muslim
Dalam tausyiahnya, ia berharap Pilkada Putaran Kedua ini dimenangkan calon gubernur Muslim.
Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah 2015-2020 juga mengaku bersyukur, sampai hari ini, Allah Subhanahu Wata’ala masih memnjaga Jakarta dari rencana-rencana busuk, dari rencana-rencana jahat musuh-musuh agama.
Sebab, menurutnya, Pilkada DKI kali ini bukan pertarungan antara Anies Baswedan dengan calon sebelah. Tetapi ini adalah pertaruangan antara pembela Al-Quran dan Penista al-Quran.
“Ini juga pertarungan antara idealisme dan kekuatan politik uang. Mereka mengguyur dengan sembako-sembako politik. Mereka sudah mengguyur dan membanjiri Jakarta ini dengan uang-uang. Mereka sudah tebarkan sapi-sapi sampai pulau seribu, meski belum waktunya Idul Adha,” ujarnya.
Menurutnya, warga Jakarta tidak punya daya apapun kecuali hanya dengan meminta pertolongan Allah.
“Maka kita akan lawan politik uang itu, kita akan lawan sogokan uang dari orang-orang kafir itu dengan bermunajat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Sebagai munajat Nabi kepada Firaun laknatullah ‘alaihi. Doa Nabi Musa.
Suasana Jakarta saat ini, menurutnya sama dengan era Firaun dan zaman Nabi Shalih, di mana Kaum Shamud memiliki 9 Naga. Mereka menghasut untuk membunuh Nabi Shalih. Tetapi dijawab Allah, Wamakaru makran.
“Mereka punya uang ok, mereka punya media ok, mereka punya tentara ok, mereka juga punya jaringan ok. Tetapi sesungguhnya koalisi-koalisi Sang Penista itu sesungguhnya rapuh, “ kata Fahmi Salim mengutip Surat al Ankabut:41;
مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنڪَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتً۬اۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنڪَبُوتِۖ لَوۡ ڪَانُواْ يَعۡلَمُونَ (٤١)
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS Al Ankabut: 41)
Dalam doa penutupnya, ia berdoa agar Jakarta bisa kembali dalam pangkuan Islam agar warga bisa beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar dakwa, takbiran, memotong kambing quran tak dipersulit.
“Dan yang penting, dengan kita memiliki pemimpin Muslim, iman kita dijaga oleh Allah Subhanahu Wata’ala, “ ujarnya.
[berkahmedia.net / htl]
Post a Comment